Shalat maghrib di mesjid Al Khaif Mina pada tgl 9 Zulhijah memberi kesan tersendiri bagi saya. Pertama karpetnya begitu tebal, " ngadelewo " meninggalkan jejak telapak kaki, sehingga rasanya sayang untuk diinjak. Kesan kedua begini ceritanya :
Saat iqomah dikumandangkan, orang-orang bergegas mengisi tempat yang masih kosong, orang didepan maju, yang dibelakang maju. Saya berdiam diri berdiri, karena jajaran didepan saya sudah full.
Saat itu pada posisi 3 orang disebelah kiri saya, didepannya masih " lowong ". Lalu ada orang yang lewat sembari berdahak pakai tissu. Entah disengaja atau tidak gumpalan tissu tersebut jatuh. Sementara imam sudah mengucapkan : " Allahu Akbaar ".
Saya sempat bergumam dalam hati : " Euleuh itu tissu murag, kumahanya? ", sudahlah mengapa harus difikirkan, milikna ieuh, meunang tissu...
Saat rukuk, tiba-tiba tissu bergulir dan berhenti tepat didepan tempat sujud saya..., Astaghfirullahal'adziim, padahal kipas angin diatas tidak dinyalakan secara tiba-tiba, dari tadi juga sudah muter.
Saya tahu persis tissu ini berdahak, geuleuh ih nyampeurkeun ka kuring. Yaa Allah, tentu ini peringatan untuk saya karena tadi berkata dalam hati, " milikna ieuh! " yang berarti memberikan komentar negative kepada orang lain.
Saat sujud, tissu diciwit digeser kasisi "sedikit" (bertambah dosa atuh kalau ditaruh ditempat orang yang juga mau sujud...}.
Suatu kerugian yang sangat besar bagi saya, kehilangan khusyuk saat melaksanakan sholat maghrib di mesjid Al Khaif Mina.
Peringatan Rasulullah : " Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan shalat namun pada hakikatnya mereka tidak shalat ".
Hati saya merasa sedih dan mohon maaf kepada Allah SWT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar