Senin, 25 Januari 2010

13. " KEBETULAN " YANG MENGHERANKAN Semut ber-iring

30 Desember 2005 perlengkapan untuk ibadah haji beres tertata rapih didalam koper berwarna abu-abu muda. Menjelang subuh tgl 31, seluruh jama'ah ditunggu di Mesjid Antasallam Antapani Bandung.

2 koper yang tadinya " polos dan lugu " di make-up atas permintaan istri saya, berdasarkan informasi dari seseorang yang dapat dipercaya. 2 tube cat semprot Pilox warna hitam dan kuning tersedia. Saya tidak setuju, karena koper akan diberi sticker identitas dari Depag dan Maskapai Penerbangan, berdasarkan informasi yang dapat dipercaya juga. Namun keputusan terakhir tetep kudu dipilox!.

Sepanjang pinggir koper, disemprot warna kuning terang, body koper disemprot warna hitam motif totol totol, anak saya bilang : " Ini mah Dalmatians product Walts Disney atuh Pa! ".
" Heueuh nya kumaha atuh siga gogog? lain titatadi ngabejaanna! " Saya baru eungeuh ini motif gog-gog, mangkaning rek ka tanah suci, kumaha atuh nya?..., bae ah!! .

Jam 8 malam kopor siap didekat pintu diruang tengah rumah. Lucu juga ada sepasang Dalmatian...., namun saya terkejut aya sireum ateul ngabring asup ka jero koper!, ada semut merah banyak sekali masuk ber-iring kedalam satu koper, koper yang lain selamat. Koper yang dikerubuti semut ternyata koper istri saya. Mengapa yang dipilih koper istri? padahal isi koper sama ada makanan-nya : abooon, sambal bajaaak, dendeeeng, kere lauuuk atau ikan yang dikeringkan. Tos ah moal dibeja-beja isin atuh.

Koper dibuka, isinya dikeluarkan semua jangan sampai ada semut yang tertinggal. Lumayan cape atuh menghalau semut begitu banyak. Bagaimana kalau ada semut yang terbawa ke Saudi Arabia? ditahan dibandara? pajarkeun nyelundupkeun hewan dijero koper! didakwa menyelundupkan hewan ditempat tertutup, tidak manusiawi!. Bekerja sama berdua istri disaksikan Alma, anak ke 2, saya berbisik kepada istri. Apa yang saya bisikkan kepadanya?

Saya membisikkan, apakah ini ada hubungan dengan kebiasaannya membasmi semut? Sejak lahir Alma tahun 1983, istri alergi terhadap semut. Melihat semut banyak, merinding dan langsung " merasa gatal ". Semut-semut langsung dibasmi memakai minyak tanah, dioles-oles pakai kuas. Lubang-lubang kecil dipinggir tembok tak luput dari sweeping n investigation.
Ada semut satu atau dua ekor ( semut berekor gitu?) ditindesan ditekan dengan kuku ibu jari.

Pada tahun 1983 , keluar " fatwa " lisan : " Dilarang membawa makanan apapun jenisnya kedalam kamar tidur! ". Padahal saya- paling suka- makan sukro- sambil baca- ditempat tiduuur!
Alma kecil ya mengikuti ibunya belajar membunuh semut pakai kuku. Kebiasaan ini berjalan terus sampai sekarang. Anak dan ibu yang wajahnya hampir sama ini, sama-sama suka menindas semut.

" Gajah dipelupuk mata tidak terlihat, semut diseberang lautan terlihat ". Rasanya cocok pada diri saya yang hanya melihat kekurangan pada istri saya. Padahal 3 hari yang lalu sebelum menulis artikel ini, saya mengurung puluhan simeut hejo belalang hijau yang kecil-kecil didalam stopples, stopless, topless ( kumaha sih nulisna nu bener? ) . Ditutup dibiarkan diterik matahari sampai mati semuanya. Masyaallah, sadiis ya! .

Ba'da isya sebelum memulai mengetik ini, saya membaca sebuah hadits :

Dari Annas ra mengatakan : " Rasulullah SAW melarang mengurung untuk membunuh binatang " ( HR Bukhari - Muslim ).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar