Minggu, 10 Januari 2010

1. " KEBETULAN " YANG MENAKJUBKAN Mendapat tasbeh untuk berdzikir



Suatu sore setelah menunaikan shalat Ashar di Masjidil Haram, saya dan kawan-kawan dari KBIH El Najah Bandung, sepakat tidak pulang ke maktab dan tetap berada didalam mesjid menunggu tiba waktu shalat maghrib. Hati merasa tentram dan damai, memandang Ka'bah yang penuh kharisma. Bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kesempatan kepada saya dan istri untuk melaksanakan ibadah haji dalam kondisi sehat.

Tiba-tiba saya merasakan haus luar biasa, dan ingin mendapatkan air zam-zam yang letaknya nun jauh disana, beberapa shof dibelakang...

Saya beranjak pergi, pupuntenan dengan cara memberi tanda, dengan tangan kanan saya. Sungguh hati ini merasa risi, mengganggu jama'ah yang sedang khusyuk berdzikir dan berdoa, namun mereka memberi jalan kepada saya, bahkan diantaranya ada yang memberi senyum.
Alhamdulillah, sampai juga ke tong yang berisi air zam-zam, dua gelas plastik air zam-zam habis sudah diminum. Sirna rasa haus dan badan kembali segar. Sayapun kembali ketempat duduk semula, lagi-lagi harus mengganggu jama'ah yang khusyuk berdo'a.....

Setelah duduk, terbersit didalam hati untuk dzikir Asma-Ul Husna, mengingat firman Allah Walillahil asmaa-ul husna fad'uuhu bihaa.
Artinya : " Allah mempunyai asma-ul husna ( nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah) maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu. (Al A'raf 180).
Saya memilih Al Khabiir = Yang Maha Waspada, yang khikmahnya barang siapa yang ingin bermimpi bertemu seseorang, yang telah berpisah lama, maka bacalah lafadz Yaa Khabiir, sebanyak 812 kali.....

Untuk menghitung Yaa Khabiir, sangat diperlukan tasbeh. Namun sayang disayang, tasbeh saya ada didalam tas kain, yang tadi sebelum shalat ashar diletakan dibawah pilar, beberapa shof didepan. Untuk mengambil tas, tentu harus seseleket deui, berjalan diantara sempitnya jama'ah yang sedang khusyuk berdzikir dan berdo'a...., kumaha atuh nya ? bagaimana ya, saya tak ingin kedua kali mengganggu mereka.
Akhirnya saya memutuskan untuk dzikir Yaa Khabiir, tanpa menggunakan tasbeh, saya akan ucapkan asma-ul husna ini sebanyak-banyaknya.

Bismillahirahmanirahiim..., Yaa Khabiir, Yaa Khabiir, Ya Khabiir seraya memejamkan mata untuk mendapatkan kekhusyuan. Saya merasakan dengungan ditelinga saat awal berdzikir laksana suara ribuan lebah....
Sebenarnya itu suara dzikir jama'ah yang bersatu padu didalam mesjid, menimbulkan dengungan, menciptakan suasana religius yang luar biasa bagi saya dan menghantar kepada ke-khusyuk-an berdzikir.

Ke-khusyuk-an yang sudah didapat, tiba-tiba sirna, hilang...., seiring terdengar harewos lalaunan, bisikan lembut perlahan dan terasa sentuhan tangan seseorang pada lengan kanan saya,
" Pak Achmad..., Pak Achmad..., ini tasbehnya untuk dzikir... "

Saat membuka mata, subhaanallaah didepan mata nampak sebuah tasbeh berwarna burgundy yang saya kenal, berjuntai diantara jari seseorang. Tasbeh yang saya perlukan, tasbeh saya yang akan di ambil..., kini ada didepan mata!, benar ini tasbeh milik saya...!

Tak kuasa menahan airmata yang mengalir dipipi, karena saya mendapatkan tasbeh yang diperlukan, yang terletak jauh didalam tas, yang tadi urung diambil karena tak ingin mengganggu jama'ah yang tengah khusyuk berdoa.

Seorang teman saya, ialah Bapak H Prihadi Waluyo, urang Rancagoong Bandung, ternyata salah mengambil tas, karena tas-tas kami yang disimpan dibawah pilar, sama bentuknya, sama terbuat dari kain katun, , sama ada cap logo El Najah berwarna burgundy. Beliau tahu tasbeh yang ada didalam tas, adalah milik saya karena sering melihat dibawa dan dilingkarkan di lengan saya. ( Pak Pri..., semoga tulisan ini terbaca oleh Bapak, tentu mengingatkan kembali peristiwa 4 tahun yang lalu ).

Saya mengucapkan terima kasih dan mempersilahkan beliau untuk memakai tasbeh saya. Namun ditolaknya dan beliau seraya tersenyum berjalan seseleket menuju pilar untuk mengambil tasbeh didalam tasnya, sungguh suatu " Kebetulan yang menakjubkan ".

Menjelang adzan maghrib, saat selesai berdzikir Yaa Khabiir, saya mendapatkan sesuatu yang sangat ditunggu, selanjutnya akan saya tulis pada serial pengalaman saya yang ke 2, dengan judul " Kebetulan yang menghapus rindu "



1 komentar:

  1. overall tulisan pap kereeeen bgt!cb bikin versi bhs sunda kirim ke mangle!pap jd bs share ini di Notes Facebook atau pap bikin status isinya "open http://hachmad.blogspot.com/2010/01/serial-pengalaman-pribadi-achmad.html"
    jangan menyerah sampai sini,tth yakin pap bakal bs eksis jd penulis :D inget pap..keberhasilan adalah bukanlah tidak pernah gagal tapi berani bangkit tiap kali terjatuh. jika qt pernah jatuh sebelumnya, qt pasti akan bisa melaluinya..

    BalasHapus