Jumat, 22 Januari 2010

9. " KEBETULAN " ASYKAR MENDENGAR BISIK HATI Kisah 3 butir kurma

Selama melaksanakan ibadah didalam Masjidil Haram, saya dan istri tidak pernah membawa makanan dan minuman. Kalau haus minum air zam-zam yang tersedia, hilang rasa haus sekaligus perut terasa kenyang. Jadi Alhamdulillah sejak sholat dhuhur sampai selesai sholat isya, tinggal didalam mesjid tidak merasa lapar.

Suatu sore selepas ashar, nun jauh didepan , tampak seorang asykar membawa kantung besar dan membagikan sesuatu kepada jama’ah yang dilaluinya. Jama’ah yang mendapat pemberiannya bersuka cita. Saya bertanya kepada sesorang disebelah saya, apa yang dibagikan askar itu ? Dia menjawab itu kurma.

Kurma? terbayang bentuk, warna dan rasa buah kurma yang manis legit. Terkenang masa kecil dulu, kurma sangat istimewa, hadir dirumah hanya pada waktu-waktu tertentu, pada bulan Ramadhan menjelang Lebaran saja. Kalau mendapat buah kurma dari kakek, rasanya sayang kalau dihabiskan sekaligus, sehingga berlama-lama dimakannya, digigit sedikit-sedikit.

Hoyong pisan kenging korma haratis, ingin sekali mendapat kurma gratis. Namun sayang disayang, asykar selesai membagikan kurma, mungkin sudah habis, Dia jalan bergegas kearah kanan semakin menjauh. Saya ikuti dengan pandangan mata seiring timbulnya rasa kecewa didalam hati, karena tidak mendapat kurma.

“Ah, sanes milik..“ saya bergumam didalam hati. Tiba-tiba asykar menghentikan langkahnya, berbalik dan dikejauhan memandang kearah saya, lalu bergegas berjalan disela-sela jama’ah yang begitu padat, terus.., terus mendekat sampai tiba persis didepan saya. Asykar tersenyum kepada saya dan memperlihatkan tiga butir kurma ditelapak tangan kanannya.

Sejenak saya terpana dan diam. Askar mengisyaratkan agar saya menerima kurma pemberiannya,
“Alhamdulillah, syukron syukron syukron” . Saya terima dengan kedua telapak tangan menengadah. “ Tersenyum dianya padaku “, seperti syair lagu lawas Koes Plus, asykar berlalu cepat sembari tersenyum. Sepanjang langkahnya, jama’ah lain mengangkat tangan meminta kurma. Namun 3 butir terakhir kurma yang ada padanya kini menjadi milik saya.
Saya berbagi rezeki dengan “tetangga”, yang disebelah kiri dan kanan mendapat masing-masing 1 butir kurma.
1 butir terakhir, saya kunyah perlahan-lahan, sungguh terasa lezat dan perut terasa kenyang,

1 komentar: