Senin, 18 Januari 2010

4. " KEBETULAN " YANG MENGEJUTKAN 3 mayat yang ditunggu

Ada lagu Bimbo yang luar biasa indah dan menyentuh qolbu, itu akan terasa kalau bisa menyimak baik-baik lyriknya, sebagai berikut :

Hidup bagaikan garis lurus, tak pernah kembali ke masa yang lalu
Hidup bukan bulatan bola, yang tiada ujung dan tiada pangkal
Hidup ini melangkah terus, semakin mendekat ke titik terakhir
Setiap langkah hilanglah jatah, menikmati hidup ni'mat didunia

Pesan nabi tentang mati, jangan takut mati karena pasti terjadi
Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu
Pesan nabi tentang mati, janganlah minta mati datang kepadamu
Dan janganlah kau berbuat, menyebabkan mati

Tiga rahasia Illahi yang berkaitan dengan hidup manusia
Ke satu tentang kelahiran, ke dua pernikahan, ke tiga
kematian
Penuhi hidup dengan cinta, ingatkan diri saat untuk berpisah
Tegakkan sholat lima waktu dan ingatkan diri saat disholatkan

Pesan nabi tentang mati, jangan takut mati karena pasti terjadi.
Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu

Pesan nabi jangan takut mati, meski kau sembunyi dia menghampiri
Takutlah pada kehidupan sesudah kau mati, renungkanlah itu.


Ada beberapa orang, dalam kondisi down, stress merasa putus harapan memilih mengakhiri hidupnya , bunuh diri.
Ada beberapa orang, yang menepis keinginan bunuh diri dan mencoba lagi menghalau kemelut didalam hati, kesusahan dalam mengarungi kehidupan. Berhasil!

{ Dan, janganlah kamu membunuh dirimu sendiri } ( QS An-Nisaa 29 )
{ Dan, janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan} ( QS Al-Baqarah 195 )
Miring
Dalam sebuah hadist disebutkan :
" Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan ".

Sungguh pandai pencipta lagu ini, merangkai nada-nada dan melantunkannya dengan penuh perasaan untuk didengar oleh orang lain. Kadang saya tak habis mengerti dari nada do re mi fa sol la si do..., yang cuma segitu-gitunya, lalu dilengkapi syair atau kalimat yang indah religius, jadilah sebuah lagu yang sekali diperdengarkan, akan terngiang-ngiang kembali ditelinga. Seumur hidup, saya belum pernah mencipta lagu satupun, da teu bisa tea atuh!, itu saja alasannya!

Lagu ciptaan Bimbo, berjudul Pesan Nabi, syairnya bercerita tentang kematian, mengingatkan saya tentang kematian, saat melaksanakan ibadah haji.

Setiap selesai shalat fardhu di Masjidil Haram, selalu diikuti dengan shalat sunnah jenazah. Saya baru engeuh , baru menyadari setelah hari ke 13 tinggal di Mekkah, kalau dihitung-hitung 13 x 5 = 65 x melaksanakan shalat sunnah jenazah berjama'ah. Kalau setiap shalat sunnah jenazah untuk seorang yang meninggal, ya berarti ada 65 orang yang meninggal. Mungkinkah ada 2 atau 3 yang meninggal? saya tidak tahu persis demikian.

Timbul pertanyaan dalam hati saat usai melaksanakan shalat sunnah thawaf, dimana jenazah yang disholatkan tadi subuh? selama ini belum tuh melihat jenazahnya. Namun pertanyaan ini tidak diperpanjang lagi, cukup sekali bertanya pada diri sendiri.

Saat itu perhatian saya tujukan ke jama'ah yang jumlahnya jutaan sedang melaksanakan thawaf. Pusaran orang-orang sekeliling Ka'bah begitu padat tetapi tidak menimbulkan kengerian, yang terasa ritme mereka dalam ke-khusyuk-an sungguh pemandangan yang luar biasa.
Sedikit-sedikit saya mundur karena terdesak jama'ah yang sedang tawaf, sampai kebagian yang teduh dekat tangga yang menghubungkan pelataran thawaf dengan lantai 1 Masjidil Haram. Tiba-tiba langkah mundur saya, terganjal sesuatu..., naon nya ieu teh geunyal-geunyal ? apa sih yang menghalangi rasanya empuk-empuk gitu lho?!...

" Gustiii aya pocong satilu-tilu..!!! " Yaa Allah hampir saja saya terjatuh menimpa 3 mayat yang tergeletak dibawah tanpa tandu. Kalau saja teu dijewang ku budak ngora, pasti kuring nangkarak bengkang nindihan mayit . Kalau saja tangan saya tidak ditarik oleh seorang anak muda, sudah pasti akan jatuh menimpa mayat!.

" Syukron, Syukron, thank you very much " saya mengucapkan terima kasih. Anak muda ini menganggukan kepalanya dan tertawa.
Aduh siah maneh nyeungseurikeun ka urang!, saya merasa ditertawakan, tapi ya ga apa-apa, dia kan sudah menolong saya. Coba kalau tidak ada dia, saya pasti nangkarak luhureun mayit, kumaha mun mayitna jol jol nangkeup ka kuring?. Tidak terfikirkan sebelumnya, bagaimana kalau tadi saya terjatuh diatas mayat dan tiba-tiba mayatnya memeluk saya? he he he... hih!!!

Anak muda ini bernama Ali dari Kazakhstan Rusia, usianya 15 tahun, melaksanakan ibadah haji beserta ayah dan ibunya yang saat itu berdiri agak jauh, saya mengangguk kepada mereka. Ayahnya membalas dengan lambaian tangan dan memberikan senyum kepada saya.

Tiba-tiba saya merasakan mulas yang luar biasa, keringat dingin didahi dan leher keluar. Eh eh eh.. apakah mulas ini sugesti akibat melihat mayat ini? saya tidak mengerti. Saya beristighfar namun hati merasa cemas, bagaimana mungkin saya harus pergi ke toilet yang jaraknya begitu jauh, harus melewati jama'ah yang begitu banyak dan padat.
Beu, beu, beu kumaha atuh nya? aduuh bagaimana kalau sudah begini? saya terus beristighfar.

Tak disangka, 3 tandu yang berisi mayat diangkat dan dibawa beriringan keluar mesjid, petugas yang didepan menguak jalan disela-sela jama'ah, saya ngiclik bari nyekel bujur mengikuti sambil memegang pantat sieun kaborosotan, terus dibelakang sampai dekat pintu keluar. Alhamdulillah, iringan mayit belok kekiri, saya belok ke kekanan langsung menuju escalator turun ketoilet dilantai bawah tanah.

" KEBETULAN YANG MENAKJUBKAN ", terkejut melihat mayat , diikuti kemudahan keluar maesjid.
Hasbunallaah wa ni'mal wakil
{ Dan, cukuplah Rabb-mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong }







1 komentar:

  1. Don't get to choose how you're going to die, or whwn?..you can only decide how you're going to live.

    BalasHapus