Senin, 18 Januari 2010

5. " KEBETULAN " YANG MENGAJARKAN HARUS BERSABAR Thermos tumpah...

Saya mempunyai beberapa hobby, salah satunya membaca buku. Seingat saya sejak kecil sudah menyukai buku, walau sebatas suka pada ilustrasi dan gambar-gambar yang ada di dalam buku. Buku milik ayah seperti Encyclopaedi Britanica yang 24 jilid, sering dibuka, dilihat gambarnya bersama kakak dan adik. Sering cup-cup-an, rebutan saling mendahului mengatakan gambar yang bagus punya saya.
Juga kami sering membuka buku koleksi lukisan Presiden Soekarno yang sangat tebal, yang berisi copy lukisan karya seniman Indonesia, seperti Affandi, Basuki Abdullah, Henk Ngantung, Dullah dll. Kami cekikikan melihat lukisan wanita telanjang bulat berbaring menyamping, atau melihat nenen, buah dada terbuka gadis Bali. Sebenarnya saya ingin menyimpan buku-buku ayah almarhum. Namun pada saat bagi waris, kakak lebih dahulu mengambilnya, tidak apa ikhlas mudah-mudahan buku-buku ayah dirawat dengan baik.

Hobby timbul dipengaruhi lingkungan, seperti kalau ayah suka mengutak-atik mobil maka anak laki-lakinya pipilueun ngoprek ikut juga mengurus mobil. Kalau ibu suka memasak makanan atau membuat kue sendiri, biasanya anak perempuan ikutan ngarewong mengganggu ibunya, motong-motong sayur atau menimbang terigu.

Hobby membaca, menghantar saya untuk datang ke toko buku Gramedia, untuk membeli buku atau sekedar membaca-baca disana. Saya sering heran dan terkagum-kagum melihat buku-buku yang berkualitas baik, dari yang tipis sampai yang tebal..., kok bisa sih orang-orang menulis dan menerbitkan buku ?
Sementara saya yang sudah bersusah payah menentukan judul, merangkai kalimat dan mengirimkan sample tulisan ke penerbit Mizan, lalu menunggu selama 3 bulan, akhirnya ditolak.
Anak saya yang sulung dari Samarinda mengirim sms : " Jangan patah semangat Pa, terus saja menulis dan kirim ke penerbit lain ". Ya insya allah.

Ada satu buku yang menarik saya untuk membeli dan membacanya, berjudul ENEAGRAM, penerbitnya Serambi, isinya tentang mengenal 9 tipe kepribadian manusia dengan lebih asyik.
Tipe manusia itu adalah : Perfeksionis, Penolong, Pengejar prestasi, Romantis, Pengamat, Pencemas, Petualang, Pejuang dan Pendamai.

Dari klasifikasi tersebut, euleuh geuning ternyata saya termasuk tipe Penolong, istri saya..., pssst termasuk tipe Perfeksionis!
Semua tipe ada segi positifnya dan segi negatifnya, Yang negatif bisa diarahkan menjadi yang positif..., kitu oge mun daek kalau yang bersangkutan mau memperbaikinya.

Di Masjidil Haram saya bertemu seseorang yang mempunyai tipe pemarah yang kebetulan sebelum sholat maghrib duduk disebelah kanan saya..., begini ceritanya.

Sebenarnya setelah sholat ashar saya ingin keluar dulu dari dalam mesjid, untuk membeli air teh panas manis dicampur susu kaleng, diwawaas mun disuruput lalaunan dibayangkan kalau diseruput pelan, aah lezaaat.
Namun ada rasa enggan dan memilih tetap duduk diatas sajadah seraya membaca tafsir Al Qur'an versi bahasa Indonesia, yang kulit bukunya berwarna burgundy. Saya membaca surat Al Baqarah ayat 284-285 dan 286 dan memahami artinya. Surat ini sering dibacakan imam pada sholat fardhu di Mesjid Al Ghofur, dikomplek tempat saya tinggal di Bumi Parakan Asri Bandung.

Sejenak perhatian teralihkan pada kegaduhan kecil yang terjadi jauh disebelah kiri saya. Tampak jama'ah mengulurkan gulungan kecil plastik putih, terus sampai tiba dihadapan saya. Sayapun mengikuti menarik plastik kearah kanan sampai tiba-tiba uluran ini berhenti.
Aya naon ieu teh?
Ada apa ya?

Gulungan plastik dibuka, lebarnya kira-kira 40 cm, panjangnya mungkin 20 mtr. Lalu orang-orang dijajaran depan yang terdekat maralik katukang, jadina pahareup-hareup, berbalik kebelakang sehingga sekarang berhadap-hadapan.

Dari sebelah kiri seorang asykar membawa sebuah kantung besar, menumpahkan isinya.., butir butir kurma yang tampak ranum dan segar keatas plastik putih.
" Ta'aal..., ta'aal..., ta'aal..., please please, mangga mangga . Atuh sarerea balakecrakan, semua menikmati bersama hidangan lezat disore hari ini. Bagi saya ini luarrr biasa! neh ! , tak disangka mendapat rezeki dapat mencicipi kurma asli didalam Masjidil Haram. Asli disini maksud saya masih segar, mungkin baru dipetik langsung dari pohonnya.

Kurma yang bertebaran nampak gemuk mengkilat kecoklatan. Ini pasti kurma nomer wahid yang pasti manis legit.
Benar saja, saat digigit terasa manis legit, sampai-sampai daging buahnya menempel digigi, susah lepas, dikunyah pelan-pelan semakin terasa manisnya. Namun bagi saya cukup 3 butir saja, karena harus membatasi diri, kan saya member diabetus! hik hik hik...

Saya menyaksikan ada jama'ah asing mengambil kurma banyak-banyak dan memasukkan kedalam kantungnya, sementara mulutnya samutut, penuh dengan kurma. Dia tak henti-henti mengunyah kurma.
Saya mencoba memakluminya, mungkin orang itu sangat lapar karena beberapa lama tidak makan, mungkin juga kurma yang dimasukkan kedalam tasnya, untuk bekal nanti malam atau sampai esok harinya.
Saya mendengar banyak jama'ah dari bebagai penjuru dunia, yang datang ketanah suci dengan biaya pas-pasan, sehingga harus menghemat dalam pengaturan uang dan makanan. Ingat hal ini, sungguh mulia orang yang memberikan kurma dan dapat dimakan oleh jama'ah yang kelaparan, semoga amal kebaikannya dibalas oleh Allah SWT, amien.

Perhatian saya kepada orang yang mengambil kurma, dihentikan oleh seseorang yang menyentuh tangan saya dan berkata :
" Can you help me, take a cup of hot tea for me please......."
" Hot tea ?
Orang ini wajahnya mirip siapa coba? mirip Saddam Husain yang terkenal ke seantero dunia . enyaan kitu ieu teh Kang Saddam ?.
Saya melihat disebelah sana orang-orang silih berganti menuangkan air teh kedalam gelasnya masing-masing dan meminumnya penuh rasa ni'mat, ci teh na ngebul cingcirining panas keneh, air tehnya beruap menandakan masih panas. Ada 2 thermos disana.

Wow! saya pun ingin sekali, untuk menetralisir rasa manis yang pekat dari kurma di rongga mulut.
" OK, but wait and be pasient please " saya menjawab agar dia bersabar dulu.
Eh, tiba-tiba orang ini nyerocos bicara dengan nada tinggi dan marah kepada saya, singkatnya menyesalkan saya karena tidak mengindahkan permintaannya!.
" Beu, beu, beu.., boga hak naon maneh make jeung nyarekan kuring sagala? " apa haknya dia memarahi saya ?, saya terkejut dan berkomentar didalam hati sendiri.
" Just a moment, wait!!! " saya balik membentak keras.
Mungkin karena melihat melototnya mata saya, dia terdiam. namun sorot matanya memancarkan amarah.

Saya mengeluh dalam hati, Yaa Allah mengapa saya menjadi pemarah? orang bilang saya termasuk yang low profile, sifat yang diturunkan dari embu, ibu saya yang tercinta.
Dari Abu Hurairah ra : Bahwa seorang laki-laki telah berkata pada Nabi saw: " Berilah aku nasihat ". Nabi menjawab : " Janganlah engkau menjadi pemarah " ( HR Bukkhari ).

Akhirnya sebuah thermos sampai juga didepan saya, namun tiba-tiba diambil oleh si Saddam tanpa permisi, seharusnya giliran saya dulu kan?
Alhamdulillah, saya yang sudah cooling down membiarkan dia " merebut thermos ", rasanya sudah ikhlas walau dalam hati berkomentar.., pek we sok kadinyah! biarlah ambil-lah.
Mungkin juga dia merasa tidak enak karena mendahului mengambil thermos, namun saya memberi isyarat agar dia mengisi gelasnya lebih dulu.
" Please.. " saya mempersilahkan dan memberikan senyuman kepadanya.

Tanpa mengucapkan terimakasih, dia segera memegang gelasnya dan menekan tutup thermos perlahan-lahan, namun airnya tidak mau keluar. Ditekan-tekan lagi tetap airnya tidak keluar.
" Hag siah caina teu kaluar " . Masyaallah, mengapa emosi saya naik lagi? tadi sudah ikhlas, sekarang menyumpahi lagi. Walau umpatan itu spontanitas didalam hati, saya beristighfar terus, bisi aya nanaon, takut ada apa-apa.

Sugesti bisi aya naon naon ini, begitu kuat dalam perasaan saya dan juga mungkin tertanam dalam hati jama'ah Indonesia, bahwa kalau sebelum pergi berhaji mempunyai sifat yang begini,begini, maka nanti ditanah suci mengalami yang begitu,begitu, seperti berbalas pantun lho.

Anggapan ini sebenarnya salah. Allah SWT bukan pendendam, tapi mungkin mengingatkan atau menyentil hambanya yang melakukan hal yang kurang baik. Nah ditanah suci ini sepertinya timbul refleksi dari kelakuan masing-masing, mungkin begitu.

" Kang Saddam " tidak mendapatkan air teh yang panas, matanya menatap kepada saya, seakan-akan meminta tolong, tatapannya ini membuat hati saya menjadi luluh.
Saya tekan tutup thermos, air tidak juga keluar. Tutupnya dibuka, ternyata isinya kosong, air tehnya sudah habis!

" Look, empty.. " .
Dia kembali marah, bicara nyeroscos keras, sehingga orang-orang disekeliling melihat kearah kami, kunaon pasea nya, mengapa bertengkar?

Kembali saya mengeluh didalam hati sambil mengingat-ngingat dosa apakah yang telah saya lakukan sebelum ini? ngadon dicarekan deungeun deungeun dinagri batur, mendapat amarah dinegri orang? Selama ini saya hampir tak pernah marah, kecuali....
Yaa Allah, apakah ini berkaitan dengan masalah pembagian warisan dulu?.

Saya pernah marah besar kepada adik bungsu saat menyelesaikan warisan, karena dia tidak menghargai saya sebagai kakak, sementara istrinya yang mempunyai sifat antagonis ikut campur dalam masalah warisan ( hal ini saya tulis karena berkaitan erat dengan sebab akibat, saya dimarahi orang adalah akibat dari memarahi adik? wallahualam ). Seumur-umur saya baru marah, saat itu sampai berteriak-teriak keras kepada adik saya. Sebenarnya saya bersedih hati, karena belum bisa mengindahkan amanah ibu kudu akur jeung dulur. Berulang kali menyambung silaturahmi dimulai dari saya, akhirnya membuahkan hasil, dia datang seorang diri pada pernikahan anak saya yang kedua, alhamdulillah.

Saya menyesali diri pernah marah kepada adik yang sebenarnya sangat saya cintai. Dan kini merasa pantas dimarahi orang lain disini ditanah suci didalam Masjidil Haram.

Tiba-tiba terdengar iqomah, shalat maghrib akan segera dimulai. Semua jama'ah berdiri termasuk Kang Saddam. Dia menempatkan thermos didepan..

Pada raka'at pertama, saat sujud kedua, thermos kasepak ku nu dihareup, tersenggol oleh yang didepan, tutupnya terbuka persis dimuka Kang Saddam yang lagi sujud. Sekilas terlihat dia ngagebeg reuwaseun, terkejut dan reflex menggeserkan kepalanya menjauhi thermos!


Jujur saja, hilang konsentrasi sholat karena melihat kejadian ini, tah kitu karaosnya, nah lu rasain. Masyaallah ( saat menulis ini jadi merasakan betapa pentingnya pelatihan sholat khusyuk dari Ustadz Abu Sangkan, sangkan bisa konsentrasi dalam sholat )


Usai sholat bukannya berdo'a dulu, saya langsung bicara : " Saved by emty thermos! if full .. your face? " Beruntung thermosnya kosong, apa jadinya kalau masih berisi air panas tumpah mengenai matanya..

Kang Saddam memandang saya tanpa berkata-kata, tiba-tiba dia memeluk saya erat-erat sambil capa-cipi, cium pipi kanan cium pipi kiri. Saya merasa jengah dan melepaskan diri dari pelukannya. Dia minta maaf berkali-kali dan berterimakasih kepada saya. Syukurlah dia mengerti kekeliruannya, saya permisi meninggalkannya...

Sambil melangkah menuju tempat air zam-zam, hari ini saya mendapat pelajaran sekaligus diingatkan oleh " Kebetulan yang mengajarkan harus bersabar ".












2 komentar:

  1. pap, i thinking ofu 2day asi do everyday..hope u have a day aswonderful as u!

    BalasHapus
  2. sabaaar..sesungguhnya Allah sangat dekat dgn orang yg sabar.terbukti ksabaran mempunyai efek ajaib yg dpt menghilangkan kesulitan..pap' adalah orang yang paling sabar terutama dalam menghadapi mam ;))

    BalasHapus