Hari Minggu, kami sudah bersiap sejak jam 06 pagi untuk pergi ke Dunia Fantasi di Jakarta bersama keluarga karyawan PT Indonesia Asahi Kasei Purwakarta. Perbekalan makanan dan minuman kesukaan anak-anak, serta baju untuk ganti, semua sudah siap tersimpan rapih didalam tas.
Tepat jam 07.00 bus meninggalkan Purwakarta memasuki jalan tol menuju Jakarta. Sepanjang jalan anak-anak berceloteh riang gembira. Saya memasang " walk man " mendengarkan instrumentalia biola Idris Sardi, sangat nikmat suara biola mendayu-dayu, membuat kelopak mata terasa berat. Akhirnya tertidur lelap dan bermimpi....
Didalam mimpi saya melihat api besar! lidah api menjilat-jilat... ada kebakaran!. Terjaga dari tidur sejenak berdiam diri. Saya bertanya kepada istri, apakah tadi sebelum meninggalkan rumah, kompor sudah dimatikan?, pompa air sudah dimatikan?
Istri meyakinkan semua sudah dimatikan. " Kunaon kitu pa?" ada apa ?, istri balik bertanya.
Mimpi melihat api besar, menimbulkan gelisah dan sugesti pada diri saya. Untuk menenangkan diri saya beristighfar.., astaghfirullahal'adziim.
Tak lama kemudian kecepatan bis melambat sampai berhenti. Wah macet ya, saya melihat-lihat kedepan..., ada apa? tabrakan?.
Untunglah kemacetan ini tidak lama, perlahan-lahan kendaraan maju lagi. Didepan terlihat ..., masyaallaah sebuah sedan terbakar habis dijalur lambat. Tak jauh dari sedan yang terbakar seorang bapak termangu-mangu melihat mobilnya yang terbakar. Disebelahnya ada ibu sedang berusaha menenangkan anak kecilnya yang menangis menjerit-jerit.
Harta yang hilang karena musibah yang tak bisa dielakkan adalah termasuk sidqah dan kifarat atas dosa dan kesalahan seseorang.
Semoga keluarga yang sedannya terbakar, dapat sabar dan pasrah kehadiratNya, berserah diri kepada Allah SWT.
" Dan barang siapa bertawakal kepada Allah maka Allah pasti akan memberinya kecukupan " ( Ath Thalaq ayat 3 }.
" Kebetulan kecemasan hati sebelumnya, kemudian menjadi kenyataan " .
Tepat jam 07.00 bus meninggalkan Purwakarta memasuki jalan tol menuju Jakarta. Sepanjang jalan anak-anak berceloteh riang gembira. Saya memasang " walk man " mendengarkan instrumentalia biola Idris Sardi, sangat nikmat suara biola mendayu-dayu, membuat kelopak mata terasa berat. Akhirnya tertidur lelap dan bermimpi....
Didalam mimpi saya melihat api besar! lidah api menjilat-jilat... ada kebakaran!. Terjaga dari tidur sejenak berdiam diri. Saya bertanya kepada istri, apakah tadi sebelum meninggalkan rumah, kompor sudah dimatikan?, pompa air sudah dimatikan?
Istri meyakinkan semua sudah dimatikan. " Kunaon kitu pa?" ada apa ?, istri balik bertanya.
Mimpi melihat api besar, menimbulkan gelisah dan sugesti pada diri saya. Untuk menenangkan diri saya beristighfar.., astaghfirullahal'adziim.
Tak lama kemudian kecepatan bis melambat sampai berhenti. Wah macet ya, saya melihat-lihat kedepan..., ada apa? tabrakan?.
Untunglah kemacetan ini tidak lama, perlahan-lahan kendaraan maju lagi. Didepan terlihat ..., masyaallaah sebuah sedan terbakar habis dijalur lambat. Tak jauh dari sedan yang terbakar seorang bapak termangu-mangu melihat mobilnya yang terbakar. Disebelahnya ada ibu sedang berusaha menenangkan anak kecilnya yang menangis menjerit-jerit.
Harta yang hilang karena musibah yang tak bisa dielakkan adalah termasuk sidqah dan kifarat atas dosa dan kesalahan seseorang.
Semoga keluarga yang sedannya terbakar, dapat sabar dan pasrah kehadiratNya, berserah diri kepada Allah SWT.
" Dan barang siapa bertawakal kepada Allah maka Allah pasti akan memberinya kecukupan " ( Ath Thalaq ayat 3 }.
" Kebetulan kecemasan hati sebelumnya, kemudian menjadi kenyataan " .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar