Senin, 22 Februari 2010

26. " KEBETULAN " YANG MENGINGATKAN SEMUA MILIK ALLAH SWT Uang dambaan semua orang.

Siapa yang tidak tahu rocker wanita Indonesia Nicky Astria? banyak yang mengetahuinya, utamanya yang hidup digenerasi musik rock Nicky. Walau silih berganti penyanyi rock muncul diblantika musik Indonesia, Nicky Astria rasanya tidak tertandingi.

Sekarang ada group baru dijalur musik Rock namanya KOTAK, bagi saya nama group ini kok begitu? tapi satu lagunya waktu diluncurkan, membuat terngiang-ngiang ditelinga.
" Hey yang ada disana!!! " itu sepenggal refrainnya.

Sepenggal refrain dari lagu Nicky ada yang masih ingat? " Uang! lagi-lagi uang!!! ", berikut syair lagu Uang :

" kapan dan dimana saja,
diseluruh dunia ini uh...
tak habis orang bicara
tak henti orang berdiskusi uh...
tiada bukan, tiada lain
mereka mencari cari dapat
tuk mendapatkan...

ou wow uang! ou wow lagi-lagi uang!

memang uang bisa bikin orang senang
tiada kepalang uh...
namun uang bisa juga bikin orang
mabuk kepayang uh...

lupa sahabat
lupa kerabat
lupa saudara
mungkin juga lupa ingatan!!!

Terkait dengan uang, saya mengalami kejadian-kejadian yang terkadang saya sendiri ngarasa helok tidak mengerti seperti berikut.

Sebelum hijrah ke PT Bintang Agung di Bandung, saya sempat "transit" di PT Yusung Mayertex Purwakarta, mengisi posisi Manager Marketing. Saya jalani dengan ikhlas, mulai mencari order lalu mengkoordinasikan dengan bagian produksi untuk penyediaan bahan baku, proses produksi, pengiriman sampai ke penagihan ke customers.
Jakarta, Bandung adalah lokasi pemasaran yang terkadang harus "dijelajahi" sendiri, sampai-sampai waktu itu saya hafal "jalan tikus" di Jakarta untuk menghindari kemacetan, time is money benar-benar terasa.

Sayang disayang selagi asyik menikmati pekerjaan, terjadi konflik manajement antara Yusung dan Mayertex . Dampaknya kepada kelancaran produksi, sulit mendapat bahan baku. Melihat gelagat begini, sayapun taki-taki siap-siap mencari tempat bekerja, teu kabayang lamun jadi pangangguran.
Sebenarnya saya bisa hengkang begitu saja, tidak perlu menunggu kepastian dari manajemen kapan perusahaan pulih kembali. Namun saya merasa harus membereskan pekerjaan terutama piutang dari beberapa customers. Dalam waktu singkat saya berhasil menarik uang yang kalau di-kurskan sekarang Rp 1.000.000.000. satu millyar neh.

Didalam meeting manajemen, saya melaporkan uang perusahaan berhasil diselamatkan dan akan disetorkan ke "ownwer" Ibu Inggrid di PT Yumatex Jakarta. Disini saya mendapat pressure dari manager-manager yang lain agar uang tersebut dibagikan kepada jajaran pimpinan yaitu manager, wakil direktur dan direktur.

Bingung bingung aku bingung sepenggal lagu lawas Eddy Silitonga berdenging ditelinga. mengikuti permintaan manager yang lain atau tetap pada rencana pertama, mengembalikan uang ke perusahaan?. Satu keputusan harus diambil..., saya minta tempo 1 malam untuk menjawab permintaan teman-teman.

" Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan " (Al-Anbiya 35).

Dalam hal ini manusia diberi hak untuk menentukan pilihannya, baik ia diuji dengan kejahatan maupun dengan kebaikan. Apakah kemampuan memilih itu akan ia pergunakan untuk kebaikan atau keburukan. Apakah ujian dengan dengan keburukan itu akan digunakan untuk menciptakan kebaikan dan kemanfaatan atau sebaliknya? Begitu pula ujian dengan kebaikan, akan digunakan untuk menimbulkan keburukan atau kebaikan.

Dalam posisi sulit untuk memilih diantara dua pilihan, yang paling tepat adalah memohon petunjuk kepada Allah Yang Maha Pengatur, dengan melaksanakan Qiyam al-Lail dilanjut dengan sholat istikharoh. Usai sholat masih belum mendapat keputusan.

Nah, saat akan berbaring untuk tidur kembali, saya memandang istri yang tengah tertidur lelap, dengan nafas teratur penuh rasa damai. Demikian ketiga anak saya, Amanda, Alma dan Ananda semua tidur lelap tumpang tindih.
Masa depan mereka adalah tanggung jawab saya sebagai suami dan bapak, bukan dengan disediakan uang ratusan juta rupiah, namun dengan ketentraman hidup dalam keluarga yang sakinah mawahdah warohmah. Apa yang akan terjadi kepada mereka kalau suatu saat ayahnya ditangkap sebagai koruptor?.

Alhamdulillah, sebelum tidur kembali saya sudah mendapat keputusan, uang perusahaan harus dikembalikan. Namun setan begitu gigih menggoda, esok pagi menjelang berangkat kerja, kembali mendapat bisikan agar uang tidak jadi dikembalikan, kapan ada kesempatan lagi punya uang sebanyak, bukankah semua data keuangan bisa di-didelete!.

Perasaan sabil didalam hati akhirnya sirna setelah mengingat pesan embu, ibu saya tercinta, saat saya akan merantau bekerja, agar hidup jujur. Jig bral geura miang, dido'akeun ku embu sing salamet, omat hirup kudu jujur . Pergilah diiringi do'a ibu semoga selamat, ingat hidup harus jujur.


Bismillah, saya membawa sendiri uang cash yang nilainya besar ini dan diserahkan langsung kepada Ibu Inggrid di kantor PT Yumatex Jakarta. Terbersit dalam hati tentu beliau "mengerti" saya telah berhasil menyelamatkan keuangan perusahaan, maksud saya tentu akan mendapat imbalan atas jerih payah ini....

Selesai serah terima uang, beliau mengucapkan terimakasih seraya menjabat tangan saya. Aduuuh, cukup dengan ucapan terima kasih dan jabat tangan saja?!! Perasaan tak karuan menyelimuti hati saya, betapa saya telah menyelamatkan uang perusahaan, namun dari Ibu Inggrid "yang terhormat" tidak ada imbalannya! misalnya sekedarlah ini untuk uang bensin dan uang makan. Didalam hati saya ngedumel kecewa berat.

Astaghfirullah, bukankah penyelamatan ini termasuk tugas saya sebagai manager marketing, mengapa mengharap lagi uang imbalan? Harusnya saya ikhlas menyelamatkan uang perusahaan ini, mengapa selalu tergoda dengan uang orang lain? Ya kan itu besar sekali nilainya, dina jero hate noroweco dalam hati menggerutu, astaghfirullahal'adziim berulang kali saya beristighfar.

Sekian tahun berlalu, saya anteng digawe tenang bekerja di PT Bintang Agung. Termasuk workacholic-kah kalau saya bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan? Orang rumah.., maksud saya istri dan anak-anak sudah terbiasa kalau bapaknya pulang terlambat, hari Sabtu yang nota bene waktu kerja setengah hari, masih saja pulang sore. Hari Minggu yang sebenarnya hari untuk keluarga, saya masih nongol ke pabrik, mengontrol produksi. Dalam setahun attendance ratio angka kehadiran penuh tanpa diambil cuti, idzin. Jam kerja sehari-hari melebihi jumlah seharusnya!
Semata-mata karena mencintai pekerjaan dan semua hasilnya untuk keluarga. Itu saja yang saya lakukan, sama seperti teman-teman yang lainnya.

Nah, boss Bpk Sebastian Kunanda selalu melihat attendance ratio jajaran pimpinan dari semua divisi, yang dilaporkan oleh Ibu Hj Nani sekretarisnya yang someah ramah, bekerja puluhan tahun, single fighter ditinggal suami membesarkan sendiri 2 putra putrinya, salah seorang anaknya berhasil menjadi dokter. Postur tubuh yang super weight tidak menghalangi untuk tetap strugle dalam bekerja sehari-hari.
Atas laporannya, boss bisa menilai loyalitas pekerjanya khususnya level pimpinan pimpinan. Mereka yang baik, diam-diam diberi angpau uang yang nilainya "menggembirakan" bagi siapa saja yang menerimanya. Teman menyebut uang ini duit lalaki-na tidak akan disetorkan ka nu di imah, ka patih goah, ka indung budak..., heuheuy deuh!!.

Saya juga pernah mendapat 2 tahun berturut-turut, masing-masing angpau Rp 750.000,-
suatu nilai yang besar pada waktu itu. Namun uang sebesar itu entah mengapa melayang terbang begitu saja, seakan-akan hanya hinggap ditangan tidak lebih hanya 1 hari saja, lalu pergi lagi. Kemana gerangan uang itu perginya?

Saya mencoba mengevaluasi, mengapa uang yang diterima, hengkang lagi? apakah karena :
- tidak mengucapkan syukur kepada Allah SWT saat mendapat rezeki.
- tidak menyisihkan hak orang lain 2 1/2 % yang ada didalam uang tersebut.
- punya niat tidak baik dengan uang itu, diawali dengan niat moal bebeja ka indung budak!.

Tapi bisa jadi justru uang ini sangat bermanfaat untuk suatu keperluan urgent yang mau tidak mau harus diselesaikan segera. Semua ini seakan-akan disiapkan untuk mengatasi kesulitan yang bakal datang!?.

Saat pertama menerima uang Rp 750.000,- setelah istirahat kerja, jam 15.00, saya mendapat telpon dari rumah, Amanda si cikal masuk UGD RS Muhamadiyah di jalan Banteng Bandung, namun dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin.
Amanda sejak kecil memang mempunyai riwayat kesehatan yang kurang baik, telapak tangannya senantiasa lembab, basah. Apalagi kalau dirinya merasa stress, butir-butir keringat keluar dari telapak tangannya. Menurut Dr Boed Singadipura (alm) ada indikasi kelainan pada jantungnya.
Biaya yang dikeluarkan untuk 2 rumah sakit jumlahnya Rp 750.000,-!!!.

Istri saya terharu melihat pembayaran biaya rumah sakit sudah beres, alhamdulillah papap ada persediaan uang geuning..., katanya. Saat itu sebenarnya Amanda sudah mempunyai perlindungan asuransi namun tidak dengan kesehatan, hanya bea siswa pendidikan dari Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912.

Penerimaan uang yang berikutnya jumlahnya sama Rp 750.000,-, diterima siang hari, sore harinya, saya dan istri rindu ingin bersilaturahmi dengan embu, ibu saya di Ciumbuleuit. Kami berangkat setelah membeli terlebih dahulu awug makanan terbuat dari tepung beras berbentuk kerucut, didalamnya ada gula merah yang meleleh karena panas . Lalu disempog diiris dan ditaburi parud kalapa. Embu resep pisan awug.

Di perjalanan kami mendapat hambatan, mobil yang dikendarai mogok dijalan Dago didepan SMA Negeri I, pemeriksaan singkat tidak mendapat kelainan. Namun mobil tetap tidak bisa jalan.

Saat itu ada yang menghampiri saya dan berkata : " Mobilnya mogok ya pak ". Entah dari mana datangnya orang ini, tahu-tahu sudah ada disamping saya. Dia mengenakan werkpack warna abu-abu seperti seorang montir bengkel.

Benar dia montir bengkel dari jalan Wastukancana, kebetulan sedang "nangkring" tak jauh dari mobil saya. Dia mendapat panggilan untuk memperbaiki mobil di sebuah rumah di jalan Dago, namun diminta menunggu sebentar oleh pemilik mobil yang masih dalam perjalanan pulang kerumahnya. Dia "seakan-akan menunggu saya" karena mobil bakal mogok!!.

" Atuh nuhun kang, sok pangmarioskeun" saya berterima kasih dia mau memeriksa mobil saya.
Satu bagian satu bagian dia memeriksa mesin, lau dicoba dihidupkan, namun belum berhasil sampai kurang lebih 1/2 jam, dia menyeka keringat dan memberi kesimpulan koilnya harus diganti, juga dia menunjukan busi-busi yang sudah "tumpul ujungnya" . Saya mengiyakan saja, habis mau bagaimana?.

Dia meninggalkan saya setelah dibekali uang untuk membeli spare part. Istri saya noel bari ngaharewos lalaunan menjawil dan berbisik : " Papap! kumaha mun manehna teu balik deui!?"
Insyaallah perasaan sih dia orang baik-baik, saya membesarkan hati istri saya walaupun kepikiran juga, bagaimana mun terus kabur?.

Kurang dari 1/2 jam dia datang, alhamdulillah punten Kang abdi su'udzon saya minta maaf dalam hati. Tak lama mesin mobil dicoba dihidupkan... tokcer!.
Dia menyerahkan bon pembelian sparepart yang nilainya euleuh tujuh ratus rebueun!!, can kaitung ongkosna..., masih ada didompet 50.000 rupiah lagi. Ya saya berikan sisanya kepadanya sambil mengucapkan terimakasih. Dia pun mengucapkan terimakasih seraya menghidupkan mesin dan pergi diikuti pandangan mata saya sampai menghilang di kejauhan.

Perjalanan dilanjutkan ke rumah Embu, tiba sudah lewat waktu sholat maghrib. Disana tidak lama, saya pamit untuk pulang. Tidak lebih dari 1 minggu kemudian, saya mendapat khabar Embu masuk rumah sakit Advent karena sakit syrosis.

Uang, semua orang mendambakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tolok ukur seseorang sukses dalam hidupnya diukur dari uang. Namun uang tidak menjamin kebahagiaan, uang bisa datang bisa cepat pergi. Yang terbaik adalah mensyukuri ni'mat yang diberikan Allah SWT saat mendapat rezeki, mendapat keni'matan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar