Kamis, 04 Februari 2010

22. " KEBETULAN " YANG MEMBUAT EFFISIEN Tgl 20 Juni hari ulang tahun anak ke 1 dan ke 2.

Sudah zamannya, dalam kehidupan sekarang selain suami yang bekerja, istri pun banyak yang bekerja. Alasannya beragam, namun yang pasti dikeluarga saya prinsipnya begini...,

Anak disekolahkan agar mendapat pendidikan yang baik, perempuan maupun laki-laki. Pendidikan adalah modal untuk bisa mendapatkan pekerjaan sesuai disiplin ilmu yang didapat. Anak perempuan yang disekolahkan sampai mencapai jenjang yang tinggi dan mendapat pekerjaan, bukanlah untuk mengejar materi, namun menopang keperluan rumah tangga karena biaya hidup cukup tinggi. Dan salah satu yang penting diingat, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang? Bagaimana kalau dalam perjalanan hidup suami lebih dahulu meninggal? sementara anak-anak masih kecil.

Saya mengamati dilingkungan keluarga sendiri ternyata kaum pria lebih dahulu meninggal dari pada kaum wanita. Sebagai contoh yang telah meninggal ialah ayah, saat saya duduk dibangku SD kelas 1, lalu paman saya Mang Oban, Mang Ubung, adik saya Agustria dan Robiya, kakak ipar Kang Empan, Kang Uha.
Ada pula yang meninggal saat duduk dibangku sekolah kelas 2 SMA, mereka ialah putra -putra dari Bpk H Surya Pranata, Bpk H Yanto Supriyanto, Bpk H Sadikin, semua adalah teman saya. Juga putra dari besan saya Bpk H Prayitno.

Pernah membaca tulisan disebuah majalah, dari hasil survey tentang panjang usia ternyata kaum wanita lebih panjang usianya dibanding kaum pria!
" Naha nya kunaon kitu? mengapa seperti begitu? apakah kaum wanita secara kodrat harus kuat? karena harus mengandung bayi selama 9 bulan, saat melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati, harus menyusui bayinya, membesarkan anak. Beu beu beu! kaum wanita memang harus kuat, " strugle n fight "!.

Perjuangan Ibu Kartini dari Jepara dan Ibu Dewi Sartika dari Bandung, telah mengangkat derajat kaum wanita Indonesia. Mereka dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin dan bekerja diberbagai bidang setara kaum pria.

Kaum wanita yang bekerja, mempunyai " tanggung jawab yang berlipat ", Ditempat kerja harus menyelesaikan tugasnya. Tiba dirumah dihadapkan dengan PR pekerjaan rumah mengurus anak-anak, apalagi kalau anaknya masih balita yang harus diberikan perhatian khusus. Menyiapkan makanan malam untuk keluarga. Belum kalau suami minta " perhatian khusus ", heuheuy deuh! , kira-kira jam berapa tiasa reureuh, dapat istirahat.
Kalau semua dijalani dengan ikhlas, didukung oleh suami, tampak terpancar aura ibu sejati yang menjalankan kodratnya sebagai kaum wanita yang solehah.

Istri saya juga bekerja sebagai guru SMKN di kota Purwakarta. Saya bekerja di perusahaan modal asing, Indonesia Asahi Kasei Industry di Jatiluhur Purwakarta.
Tulisan ini merupakan flash back yang dialami beberapa tahun yang silam, saat masih memiliki seorang anak, Amanda.

Suatu malam menjelang tidur, istri berbisik " mengajukan permintaan " sebagai berikut :
" Pa, Amanda sekarang sudah 2 tahun umurnya, rasanya sudah cukup untuk diberi adik ". Saya setuju-setuju saja, namun sebentar...,

Saya teringat pada sebuah buku yang ditulis oleh Drs Syahminan Zaini, terbitan Al Ikhlas Surabaya
tertanggal 17-1-1982 pada bagian " pengantar ", sebagai berikut :

Setiap manusia tentu menginginkan anak, sebab yang demikian itu adalah fitrahnya yang pokok, yaitu fitrah untuk melangsungkan hidup.
Tetapi setelah mendapat anak itu ada 2 kemungkinan terjadi :
1. Anak, memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepadanya. Dalam hal ini Nabi Muhammad saw bersabda : " Anak adalah buah hati ". (HR Turmudzi).
2. Membawanya kepada malapetaka dan kesengsaraan. Dalam hal ini Allah swt berfirman : " Dan ketahuilah, harta-harta dan anak-anakmu itu adalah fitnah " ( QS Al Anfal 28 ).

Hal itu tergantung kepada orang tuanya dalam memelihara dan mengembangkan kemanusiaan dan fitrah anak tersebut . Untuk mendapatkan point 1, Islam telah memberikan bimbingannya, yaitu beriman dan beramal sholeh. Maka yang menjadi persoalan kini amal shaleh orang tua yang bagaimana yang akan mengantarkan anak tersebut kedalam keselamatan dan kebahagiaan itu?.

Setuju, setuju, setuju! Saya menginginkan nanti mendapat anak laki-laki. Jauh sebelumnya saya diam-diam menyiapkan 2 nama anak laki-laki, Almanzo Zuantha atau Arif Suryadarma.
Istri saya kurang setuju rencana nama Almanzo Zuantha! naha bet kitu Zu Za Zo Zo sagala!. Kalau nama yang satunya lagi setuju, Islami dan ada " Suryadarma " seperti nama saya " Sukradarma ".
Almanzo ialah tokoh utama Anak Tani dalam serial buku Little House in Prairie karya Laura Ingalls Wilder, yang saya baca saat duduk dibangku SMP. Anaknya baik, rajin bekerja, nakal tapi pandai dan cerdik, hidup bersama keluarganya menjelajah dirimba besar Wisconsin, Kansas, Minnesota dan Dakota di Amerika.

Perbedaan pendapat tentang nama anak, ditunda dulu. Alhamdulillah setelah kontrasepsi istri dilepas, tak lama kemudian istri hamil. Allah swt mengabulkan keinginan kami untuk mendapat anak lagi.
Perutnya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan bertambah buncit. Sering beuteung indung budak perut istri , dielus-elus. Dirasakan getaran-getaran jabang bayi didalam perut.
Bayi ada didalam perut adalah hal yang biasa. Tetapi saya berpendapat " luar biasa, " karena sejak bersatunya sperma dan sel telur didalam vagina, menjadi janin, kemudian ditiupkan ruh sampai saat waktunya melahirkan.., luar biasa!. Allah swt Maha Mengatur.

Sampailah kandungan istri mencapai usia 9 bulan. Awal Juni saya mulai " menghitung hari " berapa lama lagi istri akan melahirkan?. Ternyata saya lebih dahulu " menghitung hari " dari pada Melly Goeslow dan Kris Dayanti yang sama-sama melantunkan lagu Menghitung hari!.
" Ma, Ade bakal lahir dibulan yang sama dengan Amanda, bulan Juni ini ya "
" Insyaallah, semoga saja sebelum papa pergi ke Jepang, Ade lahir "

Rencana pergi ke Osaka Jepang untuk mengikuti program pendidikan The Association For Overseas Technical Scholarship (AOTS) adalah pada tanggal 20 Juni 1983. Namun berkat kebaikan Mr Nishida, chief advisor di bagian Dyeing Finishing dapat diundur 2 minggu mengingat istri akan melahirkan.

" Ma, lahir bayi kita ini tanggal 20 Juni saja atuh, biar sama dengan tanggal kelahiran Amanda " saya mengajukan permohonan kepada istri sambil mengelus-elus perutnya yang saat hamil bujalna jadi dosol pusarnya jadi menonjol, mudah-mudahan dosol ini menjadi pertanda anak kedua nanti laki-laki, kan relevant dosol.., menonjol.., kontol! (punten nulis teh apa adanya seperti yang tersirat didalam hati)
Istri tertawa geli, entah geli karena permohonan saya atau geli karena elusan tangan saya menggelincir kebawah perutnya!.
" Memangnya kran air, bisa ditutup dibuka semau kita " kata istri yang membuat saya tertawa.
Akhirnya malam itu kami berdua tertawa bersama.

Tanggal 20 Juni 1983, adalah hari ulang tahun Amanda yang ke 3. Istri saya sebelumnya sudah mempersiapkan untuk mengadakan syukuran ala kadarnya ngadamel sangu koneng membuat nasi kuning dikirim ke tetangga terdekat. Kue ulang tahun dibuat sendiri oleh istri warnanya cream dan coklat, diatasnya dihias bunga warna " jeujeum " beureum, sebutan warna merah yang diucapkan Amanda kecil, yang terbuat dari gula, dibeli dari toko kue Sakura.
" Bagus ya Pa " istri memuji kue buatan sendiri. Saya jawab : " Ya bagus, bisaan si mamah bikin kue teh ".
Amanda sangat suka dengan hadiah ulang tahunnya, boneka kecil terbuat dari bahan kain katun, kalau kaki boneka dipegang terasa halus ditangan, baju boneka berwarna jeujeum juga warna pita dirambutnya sama.

Kami mensyukuri kebahagiaan ini, sekaligus berdo'a memohon keselamatan dan ditambah rezeki karena sebentar lagi akan hadir anggota keluarga baru, Almanzo Zuantha atau Arif Suryadarma..

Ba'da sholat ashar istri saya merasakan mulas, dugi ka pepelengkingan rasanya dipelintir. Namun tak lama berselang rasa sakitnya hilang!.
Saya pikir karena kecapaian, karena sejak kemari pak pik pek mempersiapkan syukuran ulang tahun Amanda.
Tak lama rasa mulas muncul kembali, euleuh-euleuh boa bade babar. saya menduga akan melahirkan. Saya putuskan untuk segera membawanya ke klinik bersalin, bisi ku ma onam! takut ada apa-apa.

Berdua naik becak dari Kebon Jahe ke Klinik di Pasar Jum'at, bidannya Ibu Tasryah, yang dulu menangani kelahiran Amanda.
Dalam hati saya berfikir, kalau lahir sore ini, bertepatan dengan ulang tahun kakaknya, Akankah lahir pada hari ini?

Jam 7 malam istri melahirkan dengan selamat, Saya mencoba menerka-nerka suara tangisan bayi, suara laki atau perempuan? Susah geuning menerkanya, harus melihat bukti kalawan nyata dari kelaminnya, Namun begitu masuk ke ruang bersalin, ibu bidan memberikan ucapan selamat, dan memberi tahukan bayinya perempuan...
Perempuan? bukan laki-laki? Jangan salah sangka bahwa saya kecewa, saya bersyukur kepada Allah dan merasa senang mendapat anak kedua perempuan.

Dalam Al Qur'an surat Ibrahim ayat 7 :
" La in syakartum la azidannakum wa la in kafartuminna 'adzabi lasyadid ".
Kala kalian syukur , aku akan tambahkan ni'mat kepadamu dan kalau kamu kufur ( tak syukur ) maka sesungguhnya adzabku maha pedih.

Surat Lukman ayat 12 :
" Wa mayyasyukur fainnama yasykuru linafsihi wa man kafara fainnallah ghaniyyun hamid "
Barang siapa yang bersyukur maka manfaat syukur itu untuk dirinya juga. Dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Terpuji.

Namun yang membuat saya terhenyak, nama yang disiapkan adalah nama untuk anak laki-laki,! beu kumaha atuh nya? gimana nih?
Akhirnya saya memberi bayi yang beratnya 2,40 kg ini ALMA, diambil dari penggalan Almanzo! Jadi "ndzo" nya dibuang tersisa Alma. Belakangan malah saya merasa tepat memberi nama ini, karena Alma mempunyai arti " mungil ".

Amanda mendapat kegembiraan lagi setelah tadi mendapat boneka, kini ada bayi kecil yang berulang-ulang disebut " puan-puan ", maksudna perempuan, Sama ada "emek" katanya lucu.

Alma dan Amanda kalau digabung menjadi Alamanda.
Alamanda adalah nama bunga berwarna kuning cerah, sekarang dengan bio teknologi ada yang berwarna burgundy.
Kuncup Alamanda kalau dipotong dan dimasukkan ke ujung jari, membuat kuku lebih lancip.
Kuku lancip seperti penari tradisional Thailand, berwarna keemasan terlihat gemulai berkilauan saat menari.
Alma dan Amanda kelak bisa menari tradisional Sunda, Tari Anjasmara, Tari Merak dan Tari Kupu-kupu.

Dua minggu setelah kelahiran Alma, saya "terbang" ke negeri Sakura untuk belajar di Osaka Jepang dengan perasaan tenang karena Alma sudah lahir dengan selamat.

" Kebetulan yang membuat effisien " syukuran ulang tahun 2 anak, sekaligus dalam 1 hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar