Tulisan ini berdasarkan pengalaman seseorang yang namanya enggan diketahui yang lain, isin ah ulah diserat nami abdi malu katanya.
Kalau disimak tulisan ini melibatkan dua orang yang sama-sama jujur ditengah kehidupan zaman sekarang yang justru tengah dilanda “kebiasaan korupsi” yang terkadang menghalalkan segala cara, asal mendapat uang walau didapat secara haram. Uang yang dikejar bahkan melebihi dari cukup, melebihi dari kebutuhan yang sebenarnya sudah terpenuhi. Tanpa tenggang rasa kepada kaum miskin disekitar kita.
Kalau disimak tulisan ini melibatkan dua orang yang sama-sama jujur ditengah kehidupan zaman sekarang yang justru tengah dilanda “kebiasaan korupsi” yang terkadang menghalalkan segala cara, asal mendapat uang walau didapat secara haram. Uang yang dikejar bahkan melebihi dari cukup, melebihi dari kebutuhan yang sebenarnya sudah terpenuhi. Tanpa tenggang rasa kepada kaum miskin disekitar kita.
Kurang lebih jam 20.00 disebuah pompa bensin di Antapani, seorang Bapak akan membeli bensin untuk mobilnya. Beliau meminta kepada petugas disana agar diisi 15 liter serta menyodorkan selembar uang RP 100.000,-- .
Petugas dengan ramah menunjukkan angka nol sebelum mengisi tanki, dibalas anggukan pembeli yang saat itu tengah memperhatikan seorang ibu yang baru datang mengendarai motor untuk mengisi bensin juga.
Petugas dengan ramah menunjukkan angka nol sebelum mengisi tanki, dibalas anggukan pembeli yang saat itu tengah memperhatikan seorang ibu yang baru datang mengendarai motor untuk mengisi bensin juga.
Ibu ini bersama 3 anaknya yang masih kecil-kecil, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Nampak kerepotan saat berhenti, sementara anaknya yang terkecil nampak rewel.
"Kamana atuh salakina nya?" Zaman sekarang banyak ibu rumah tangga yang strugle cekatan dalam mengurus keluarganya. Apakah ibu ini suaminya sedang dinas luar atau mungkin bekerja diluar kota? Demikian yang ada didalam fikiran Bapak ini.
" Mangga Pa " petugas mengingatkan pengisian bensin sudah selesai sambil menyodorkan uangnya yang langsung dimasukkan kesaku celananya. Bapak ini mengucapkan terima kasih seraya melempar senyum kepada petugas pompa bensin. Selanjutnya menuju Griya untuk membeli beberapa barang untuk keperluan dirinya.
Saat membayar didepan kasir, Bapak ini ngahuleng sakeudeung sebentar berfifkir, uang pengembalian bensin tadi ternyata kelebihan, seharusnya Rp 32.500,- kenyataannya ada Rp 55.000,- . Walaaah!!! leuwih Rp 22.500,- kumaha atuh nya? karunya teuing engke manehna tekor .
Betapa cemas dan gelisah karena mendapat kelebihan uang, Bapak ini segera kembali ke pompa bensin untuk mengembalikan kelebihannya. Tiba disana si Bapak minta maaf kepada petugas, karena tadi tidak memeriksa uang pengembalian.
Betapa cemas dan gelisah karena mendapat kelebihan uang, Bapak ini segera kembali ke pompa bensin untuk mengembalikan kelebihannya. Tiba disana si Bapak minta maaf kepada petugas, karena tadi tidak memeriksa uang pengembalian.
Petugas pompa bensin, balik yang meminta maaf karena tidak memberitahukan kepada si Bapak bahwa tadi terjadi kesalahan dalam pengisian, seharusnya mengisi tanki 15 liter namun salah mijit tombol, dipijit tombol untuk pengisian 10 liter!. Jadi actual yang diisi senilai RP 45.000,-
Pembaca yang budiman, ada yang bisa dipetik dari cerita ini? Siapa yang jujur?
Coba kita simak sikap petugas pompa bensin, bisa saja dia mengembalikan uang “sesuai permintaan pengisian bensin” Rp 32.500,- selisihnya Rp 22.500,- bisa masuk kantung sendiri. Bukankah Bapak Si pembeli tidak tahu bahwa yang diisi hanya 10 liter. Bapak ini dari tadi hanya memperhatikan seorang ibu dengan 3 anaknya!, tidak mengikuti dan menge-check pengisian bensin.
Bapak pembeli bensin sebelumnya tidak tahu kalau tanki bensin mobilnya hanya diisi 10 liter saja. Yang dia tahu ada kelebihan dalam uang pengembalian, ini yang membuat gelisah sehingga harus “mengembalikan” ke petugas pompa bensin...Abu Abdillah Nu’man bin Basyir ra berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas. Sedangkan diantaranya ada masalah yang samar-samar (syubhat) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukumnya). Barang siapa menghindari yang samar-samar maka ia telah jatuh kedalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar (milik orang lain), dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki pagar (aturan). Ketahuilah bahwa pagar Allah adalah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa swgumpal daging itu adalah hati “ (HR Bukhari dan Muslim).
Asslm. pa achmad, punteun ngiring ngomentari..kalau di liat judul2 yang dibuat semuanya di mulai dengan kebetulan dan kebetulan,ada masukan sedikit..upami menurut pendapat dan keyakinan abdi,semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan, dalam Al-quran "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Al-an'aam : 59).oleh karenanya semua yang terjadi di dunia ini adalah ketentuan Allah,di ibaratkan dari hal yang paling sederhana tidak ada daun yang jatuh pun,melainkan itu dengan se ijin Allah SWT..saya yakin pa achmad tidak ada tujuan sampai ke arah itu,cman yang ditakutkan teh kalau2 ada yang membaca,terus mengambil kesimpulan bahwa semau yang terjadi merupakan kebetulan semata,tanpa ada rencana dari Allah SWT..intinya kumaha upami judul2 na di rubah kata kebetulan dengan kata lain seperti "kehendak","ketentuan"..atau dihilangkan juga ngak pa2 kayaknya insya allah tidak mengurangi keutamannya..punteun sateuacannya bilih ada kata2 yang ngak enak..nuhun pisan,banyak pelajaran yang bisa di ambil..jazakallah khoir..Amin..dadi ( parakan asri dalam rt 03)
BalasHapus